Beranda / Tips Penulisan Disertasi / Melakukan Analisis Data

Melakukan Analisis Data

Ditulis oleh Firdinan M. Fuad, S.I.P

(Tulisan ini memiliki hak cipta. Dikutip dari buku karya Firdinan M. Fuad, 2019, Jalur Cepat Menyusun Disertasi dalam Waktu 1 Tahun, Yogyakarta: Paramitra Media Grup)

Secara umum, analisis data adalah proses memilah dan memilih serta mengklasifikasi dan mengkonstruksi data sesuai dengan kerangka pemikiran atau konsep penelitian. Analisis data diarahkan sesuai dengan tujuan penelitian. Berbagai argumentasi berbasis data empiris disajikan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian. Analisis data untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian ini nantinya sampai pada apa yang disebut sebagai temuan penelitian. Temuan ini umumnya berupa model teoretis empiris baru yang telah teruji validitasnya di lapangan.

Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan dengan cara membandingkan antara temuan penelitian sekarang dengan berbagai hasil penelitian sebelumnya. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah temuan penelitian sekarang serupa dan mendukung atau berbeda dengan temuan penelitian sebelumnya. Jika hasil penelitian itu serupa, apa saja keserupaannya, sedangkan jika hasil penelitian tersebut berbeda, apa saja perbedaannya. Karena penelitian kuantitatif hanya bertujuan melakukan verifikasi empiris atas teori-teori sebelumnya, temuan penelitian sebagai hasil analiaia data bukan temuan teori baru, melainkan hanya kesesuaian atau ketidaksesuaian teori-teori sebelumnya dengan konteks penelitian. Karena validitas dan reliabilitasnya sudah teruji, umumnya diasumsikan bahwa temuan penelitian kuantitatif tersebut dapat digeneralisasi untuk konteks-konteks penelitian yang lain. Namun bagaimanapun analisis data kuantitatif cenderung akan menemukan kekurangan-kekurangan di dalam proses penelitian yang dilaksanakan, sehingga perlu dielaborasi apa saja aspek-aspek yang belum dilibatkan dalam model penelitian tersebut dan aspek-aspek itu nantinya menjadi bagian dari objek penelitian selanjutnya.

Dalam penelitian kualitatif, kita memang melakukan analisis data dengan mempertimbangkan kerangka pemikiran atau konsep penelitian yang telah dibangun sebelumnya. Namun, dengan pendekatan induktif, kita lebih banyak melakukan analisis data berdasarkan fakta-fakta yang kita temukan di lapangan, klasifikasi fakta-fakta, dan pada akhirnya, kita melakukan generalisasi atas pola-pola persamaan dan perbedaan yang kita temukan di antara fakta-fakta tersebut. karena masih berada di bawah paradigma positivisme, analisis data dalam penelitian kualitatif ini harus tetap mengacu pada teori-teori, konsep-konsep, parameter-parameter, dan indikator-indikator yang telah ditinjau atau ditelaah di bagian tinjauan atau telaah pustaka, landasan teori dan kerangka pemikiran atau konsep penelitian. Artinya, sudah ada kerangka dasar dari analisis yang dilakukan terhadap data hasil penelitian. Hal ini dilakukan agar terbentuk semacam konsistensi logika dari topik dan judul penelitian, rumusan masalah dan tujuan penelitian, sampai dengan temuan penelitian.

Untuk memudahkan proses analisis data, peneliti kualitatif dapat melakukan analisis terhadap data hasil penelitian sejak awal peneliti turun ke lapangan. Setiap kali data diperoleh, analisis dapat langsung dilakukan sesuai dengan sistematika penulisan yang telah kita susun sebelumnya. Analisis data ini bisa dilakukan terhadap data hasil observasi, wawancara mendalam, survei maupun dokumen. Analisis data yang dilakukan secara parsial bertahap di sepanjang proses perjalanan penelitian ini seolah-olah merupakan analisis-analisis yang bersifat parsial. Namun, dengan selalu menyadari benar mengenai konsistensi logika dari bagian awal sampai bagian akhir, kita dapat melakukan analisis data secara parsial bertahap, tetapi tetap dalam kerangka yang baku sesuai dengan urutan yang telah kita tetapkan di bagian sistematika penulisan. Selain itu, setiap kali kita menganalisis data secara parsial, kita harus selalu ingat dengan topik dan judul penelitian, rumusan masalah dan tujuan penelitian, landasan teori dan kerangka pemikiran atau konsep penelitian, pertanyaan-pertanyaan penelitian aplikatif dan metodologi penelitian. Kola kita dapat melakukan analisis data secara parsial bertahap dalam batas-batas tersebut, hasil dari analisis data dapat menjadi unit-unit analisis yang nantinya setelah pulang dari penelitian di lapangan dapat kita rekonstruksi kembali menjadi suatu sistem analisis yang terpadu dan komprehensif sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Dengan strategi analisis parsial bertahap tersebut, data menjadi terlihat lebih sederhana karena kita tidak terlihat kumpulan data lapangan tersebut seperti “onggokan sampah data yang menggunung”, melainkan merupakan kumpulan dari unit-unit data yang telah teranalisis secara parsial bertahap namun saling berhubungan satu sama lain. Strategi analisis data secara parsial bertahap ini benar-benar dapat mempercepat penyelesaian penulisan analisis disertasi.

Bagian terpenting dari proses analisis data parsial bertahap adalah bahwa penempatan unit-unit hasil analisis data parsial bertahap tersebut ke dalam sistematika penulisan menjadi lebih terpadu, komprehensif dan saling berhubungan satu sama lain menuju penarikan kesimpulan. Teknik yang diterapkan adalah dengan menyajikan hasil analisis data parsial dan bertahap tersebut sesuai dengan tujuan pertama, kedua, atau ketiga. Jadi, setiap kali peneliti memperoleh data yang relevan di sepanjang perjalanan penelitian di lapangan, baik hasil observasi, wawancara mendalam, survei maupun dokumentasi, analisis data parsiap bertahap langsung dapat kita lakukan dan letakkan di bagian analisis data terpadu dan komprehensif untuk mencapai tujuan penelitian pertama, kedua, dan ketiga. Pada tahap awal, analisis data parsial bertahap biasanya dilakukan secara imajinatif sesuai dengan apa yang dipahami atau diinterpretasi oleh peneliti. Namun pada tingkat akhir, ketika hasil analisis data parsial bertahap tersebut telah kita tempatkan di bagian analisis yang terpadu dan komprehensif untuk mencapai tujuan penelitian pertama, kedua, atau ketiga, hasil analisis data yang relatif telah terpadu dan komprehensif tersebut didukung dengan teori-teori dan konsep-konsep yang telah dirumuskan di landasan teori dan kerangka pemikiran atau kerangka konsep. Tujuannya adalah untuk memberikan sistematika yang lebih terpadu, sehingga analisis data pada bagian analisis data untuk mencapai tujuan penelitian pertama dapat kita sambung dan saling berhubungan dengan bagian analisis untuk mencapai tujuan kedua dan akhirnya analisis untuk mencapai tujuan penelitian yang pertama dan kedua tersebut dapat bersambung dan berhubungan dengan analisis untuk mencapai tujuan penelitian ketiga. Jika analisis menyeluruh yang melibatkan analisis-analisis untuk mencapai tujuan penelitian yang pertama, kedua, dan ketiga tersebut dapat dilakukan dengan baik, peneliti umumnya dapat melihat adanya benang merah dari ketiga tingkat analisis yang berbeda tersebut, dan umumnya dapat melihat temuan penelitian di bagian analisis data pertama, kedua, dan ketiga.

Selama ini dikenal ada berbagai versi dalam proses analisis data dan teknik penyajian hasil analisis data. Ada fakultas atau program studi mengharuskan pembagian antara hasil penelitian dan pembahasan, tetapi keduanya tetap berada di dalam satu bab yang sama dengan judul bab, “Hasil Penelitian dan Pembahasan.” Akan tetapi, ada juga fakultas atau program studi bersikap lebih fleksibel dalam penempatan bagian analisis data, dengan memisahkan hasil penelitian dan pembahasan sesuai dengan urutan tujuan penelitian di bab-bab yang terpisah, khususnya pada tradisi penelitian kualitatif. Artinya, jika peneliti memiliki tiga tujuan penelitian, maka analisis dibagi menjadi tiga bagian dan masing-masing berada pada bab-bab yang terpisah. Dalam konteks analisis data seperti itu, bab-bab analisis data yang terpisah tersebut umumnya dibagi menjadi dua, yaitu: pemaparan hasil penelitian dan pembahasan. Pertama, data penelitian itu disajikan di bagian hasil penelitian dan selanjutnya dibahas. Bab analisis pertama digunakan untuk menyajikan hasil penelitian dan pembahasan untuk mencapai tujuan penelitian pertama; bab analisis kedua digunakan untuk mencapai tujuan penelitian kedua; dan akhirnya bab analisis ketiga digunakan untuk mencapai tujuan penelitian ketiga. Walau ketiga bagian analisis data tersebut terpisah satu sama lain, logika analisis tetap saling bersambung sesuai dengan logika-logika penghubung dari ketiga tujuan penelitian yang dimaksud.

Pada bagian hasil penelitian, kita dapat memasukkan data angka hasil survei dan data wawancara mendalam. Setiap data angka hasil survei diberi penjelasan secukupnya, tetapi belum sampai pada level analisis, begitu pula data wawancara. Data hasil observasi dan dokumentasi juga dapat dimasukkan ke dalam hasil penelitian, terutama untuk memperjelas konteks dari hasil survei dan wawancara mendalam tersebut. Dengan memadukan aneka data dari sumber-sumber dengan teknik pengumpulan data yang berbeda tersebut, kita dapat menyajikan hasil penelitian secara lebih terpadu dan komprehensif. Hasil penelitian ini juga dapat diperkuat dengan penyajian data dalam bentuk grafik, tabel, gambar atau foto dari lapangan. Grafik, tabel, gambar, atau foto dari lapangan tersebut bersifat ilustratif yang dapat menjadikan penyajian data di bagian hasil penelitian terlihat lebih sistematis dan menarik. Masing-masing grafik, tabel, gambar atau foto dari lapangan tersebut dijelaskan dan kemudian dianalisis sesuai dengan konteks dengan dukungan data hasil observasi dan wawancara mendalam serta dokumentasi, sehingga hasil penelitian dapat disajikan secara logis dan dapat mengarah pada upaya mencapai tujuan penelitian, baik tujuan penelitian pertama, kedua atau ketiga. Penyajian data hasil penelitian ini harus runtut dan setiap kali ada kutipan wawancara, tabel, grafik, gambar atau foto dari lapangan, perlu ada penjelasan penghubung di atasnya dan penjelasan atas komponen-komponen yang berbeda di bawahnya. Intinya, penyajian data perlu disusun dengan logika mengalir sesuai dengan garis-garis kerangka pemikiran atau konsep penelitian pada urusan bertahap untuk mencapai tujuan penelitian pertama, kedua dan akhirnya ketiga.

Di bagian pembahasan, kita perlu melakukan analisis yang runtut dengan mengaitkan antara hasil-hasil penelitian yang telah disajikan pada bagian hasil penelitian dengan teori-teori dan konsep-konsep yang telah dikonstruksi pada bagian landasan teori dan kerangka pemikiran atau konsep penelitian. Perbandingan ini berfungsi untuk menggunakan teori-teori dan konsep-konsep tersebut sebagai alat analisis, khususnya untuk mendukung hasil penelitian. Analisis di bagian pembahasan ini biasanya terdirid ari dua bagian, yaitu hasil penelitian yang positif maupun negatif. Hasil penelitian positif menunjukkan temuan penelitian yang positif dan didukung oleh teori-teori dan konsep-konsep yang ada, sedangkan hasil penelitian negatif menunjukkan temuan penelitian yang negatif dan tidak dapat dijelaskan atau didukung oleh teori-teori dan konsep-konsep yang ada. Dari temuan penelitian yang positif, kita dapat merumuskan saran atau rekomendasi penelitian untuk memperkuat capaian-capaian positif yang ada, sedangkan dari temuan yang negatif, kita dapat merumuskan saran atau rekomendasi penelitian untuk mengatasi aneka masalah yang ditemukan di lapangan terkait objek penelitian yang dikaji. Analisis data di bagian pembahasan ini menjadi sangat penting untuk proses penelitian disertasi karena analisis data tersebut harus mampu menghasilkan temuan penelitian yang baru, menarik, dan dapat diterapkan melalui rekomendasi kebijakan yang positif dan praktis. Temuan penelitian doktoral tersebut biasanya merupakan model teoretis-empiris yang sudah teruji validitasnya dengan tingkat keandalan yang tinggi. Temuan penelitian ini dapat kita sajikan melalui proposisi-proposisi dengan konsistensi logika yang tinggi, atau berupa diagram relasi-relasi di antara konsep-konsep yang akhirnya membentuk model teoretis-empiris baru, atau berupa tabel yang berisi berbagai interaksi hubungan atau pengaruh di antara konsep-konsep yang ditabulasi-silang dengan kesimpulan-kesimpulan logis yang konsisten dengan tujuan penelitian, baik pertama, kedua maupun ketiga.

Di bagian temuan penelitian, peneliti perlu menjelaskan teori atau konsep baru seperti apa yang dihasilkan sebagai temuan penelitian. Dari teori atau konsep baru tersebut, peneliti merumuskan rekomendasi untuk perbaikan lebih lanjut. Agar teori, konsep dan rekomendasi ini bersifat praktis dan aplikatif, peneliti perlu mengelaborasi teori dan konsep yang menjadi temuan penelitian tersebut secara lebih mendalam dan kebijakan apa yang direkomendasikan juga perlu dielaborasi, khususnya berkaitan dengan proses dalam mengimplementasikannya. Temuan penelitian yang berupa teori dan konsep serta rekomendasi kebijakan dengan logika yang kuat dan konsisten memberikan bobot tersendiri pada disertasi yang kita susun sebagai suatu karya monumental bagi seorang mahasiswa S3. Satu tips yang dapat diterapkan peneliti ketika merumuskan teori dan konsep penelitian serta rekomendasi kebijakan agar temuan penelitian maupun rekomendasi kebijakan tersebut berbobot adalah berkonsultasi dengan dosen pembimbing, baik promotor maupun kopromotor, serta dengan pihak-pihak otoritas yang terkait yang akan diberi rekomendasi kebijakan. Dengan merumuskan teori dan konsep temuan penelitian secara lebih seksama, kita bisa menyusun dan menghasilkan disertasi yang berkualitas tinggi dengan aplikabilitas rekomendasi kebijakan yang tinggi pula, dan dengan itu diharapkan karya monumental ini mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari para dosen penguji dan mendapatkan nilai A.

Jika dikaji secara lebih seksama sebenarnya analisis data tidak sulit dilakukan, khususnya bagi peneliti yang sudah memahami sistematika dari penyajian hasil penelitian dan pembahasan. Kesulitan muncul ketika kita tidak mampu mengidentifikasi perbedaan paling dasar antara skripsi, tesis dan disertasi. Membayangkan bahwa logika disertasi adalah semata-mata pengembangan dari logika skripsi dan tesis tidaklah benar. Untuk sebagian, logika disertasi memang merupakan pengembangan dari logika skripsi dan disertasi. Namun, ada aspek dasar yang paling membedakan antara logika skripsi dan tesis dengan logika disertasi. Pada umumnya, skripsi dan tesis hanya bertujuan mengidentifikasi, mendeskripsikan dan menganalisis fakta-fakta yang terkait dengan objek penelitian. Memang, dari hasil penelitian tersebut dapat diajukan saran perbaikan yang terkait dengan objek penelitian tersebut. Namun, pada level doktoral, penelitian dilakukan bukan hanya untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan maupun menganalisis, melainkan juga harus berhasil menemukan model teoretis dan konseptual empiris baru sebagai dasar dari model kebijakan yang kita rekomendasikan kepada pihak-pihak otoritas yang terkait dalam rangka perbaikan atas objek penelitian tersebut. Kombinasi temuan penelitian dan rekomendasi kebijakan dengan konsistensi logika yang tinggi inilah inti dari sebuah disertasi.

Dalam banyak kasus, peneliti S3 benar-benar sering mengalami kesulitan untuk melakukan analisis data secara mendalam, mendasar dan menyeluruh, dan, akibatnya, menghabiskan waktu sangat banyak untuk dapat melakukan analisis data yang tepat. Kesulitan ini sebenarnya sering bersumber pada lemahnya penguasaan atas topik dan judul penelitian, rumusan masalah dan tujuan penelitian, landasan teori dan kerangka pemikiran atau konsep penelitian, pertanyaan-pertanyaan penelitian, serta metodologi penelitian. Mereka umumnya tidak mampu memahami relasi konsisten di antara komponen-komponen tersebut sebagai unsur-unsur dasar pembentuk susunan disertasi yang berkualitas tinggi. Tanpa adanya penguasaan topik dan judul penelitian, mereka cenderung kehilangan rasa tentang batas-batas dari ruang lingkup objek penelitian. Tanpa menguasai rumusan masalah dan tujuan penelitian, mereka cenderung tidak benar-benar tahu apa sebenarnya masalah yang menarik untuk diteliti dan apa fokus dari masalah penelitian tersebut, yang akhirnya berdampak pada kehilangan arag terkait mau ke mana penyusunan disertasi ini berujung. Tanpa menguasai landasan teori dan kerangka pemikiran atau konsep penelitian, mereka cenderung kesulitan memahami alat-alat paling utama untuk menganalisis data dan sejauh mana ruang lingkup teoretis maupun konseptual yang telah terbangun untuk menganalisis data penelitian.

Dari paparan tersebut, dapat dipahami bahwa analisis data adalah bagian paling penting dari keseluruhan proses interpretasi data. Analisis data tidak dilakukan di ruangan kosong, melainkan di ruang pemikiran sadar yang sudah terpengaruhi atau terbentu dari berbagai konstruksi teoretis dan konseptual mengenai suatu objek penelitian yang menarik untuk dikaji. Yang dipersoalkan bukanlah apakah hasil penelitian tersebut nantinya biasa nilai-nilai subjektif atau tidak, melainkan apakah analisis data tersebut mempunyai basis-basis konsistensi logika yang tinggi atau tidak sesuai dengan landasan teori dan kerangka pemikiran atau konsep penelitian yang telah dikonstruksi sebelumnya. Kemampuan merangkai unsur-unsur teori dan konsep utama sebagai alat analisis dengan tingkat konsistensi logika yang tinggi dalam sistematika penulisan analisis data inilah yang paling menentukan apakah disertasi yang disusun berbobot atau tidak. Penguasaan analisis data yang memadai menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan bagi cepat atau lambatnya mahasiswa S3 dalam menyelesaikan penulisan disertasi yang berbobot.

Jasa Terjemahan

Anda seorang dosen, doktor, profesor dan peneliti yang sangat sibuk dan mengalami kesulitan menyusun jurnal dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris berstandar internasional? Kami di Mitragama siap membantu Anda.

Hubungi kami: 081331977939

Mengenai Layanan Penerjemahan, silakan Klik di sini!