Beranda / Sampel Terjemahan / Indonesia-Inggris / Sampel 2 – Indonesia-Inggris

Sampel 2 – Indonesia-Inggris

Di era modern seperti sekarang, ketidakadilan gender dan kekerasan atas perempuan masih saja terjadi di berbagai daerah, termasuk Papua. Hal ini terlihat dari terjadinya diskriminasi, eksploitasi, marginalisasi, subordinasi, stereotipe atau pelabelan negatif, dan kekerasan atas perempuan serta beban kerja lebih berat dan panjang bagi perempuan, dalam hal ini di masyarakat Hubula Suku Dani Wamena Kabupaten Jaya Wijaya. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan perspektif gender masyarakat mengenai hubungan laki-laki dan perempuan; (2) menganalisis dampak penganut patriarki terhadap perempuan di dalam kehidupan masyarakat Hubula; dan (3) mengevaluasi perubahan perspektif laki-laki baru mengenai hubungan laki-laki dan perempuan setelah terjadi akulturasi di dalam masyarakat Hubula Suku Dani. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan dalam masyarakat Hubula Suku Dani, Distrik Aso Lokobal Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua. Data penelitian terdiri dari data primer yang diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam, dan data sekunder yang diperoleh dari dokumen yang terkait dengan topik penelitian. Data dianalisis dengan teknik kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) masyarakat Hubula Suku Dani memiliki perspektif khas tradisional, yang secara kolektif memandang perempuan harus berada dalam posisi subordinasi terhadap laki-laki. Peran laki-laki adalah menangani acara adat dan perang, sedangkan peran perempuan adalah mengurus kebun, ternak, rumah tangga, serta mengasuh anak. 2) Dominasi patriarki menjadi menindas dan menyebabkan ketidakadilan gender dan kekerasan atas perempuan, seperti kekerasan fisik, seksual, emosional, verbal, psikologis, ekonomi, serta intimidasi dan ancaman. Kekerasan ini terjadi secara merata dalam kehidupan keseharian keluarga inti masyarakat Hubula Suku Dani sehingga kekerasan laki-laki atas perempuan seperti membudaya dan berakar mendalam sebagai dampak penganut patriarki dan ketidakadilan gender dalam dominasi patriarkal yang saat ini tidak fungsional lagi. 3) Laki-laki baru yang pro-feminis dan egalitarian dalam masyarakat Hubula Suku Dani bersikap modern dan terbuka terhadap kemajuan sebagai dampak positif akulturasi budaya melalui pengaruh dari gereja Katolik, pemerintahan daerah, dan lembaga pendidikan. Mereka memiliki otoritas sebagai suami yang bertanggung jawab terhadap keluarga sebagai pencari nafkah dalam keluarga inti. Mereka mau berbagi atau membantu peran istri di rumah; memberi istri akses dan kontrol atas sumber daya; mau membantu istri mengasuh anak; menghormati kemampuan istri dan memberi istri peluang bekerja di luar rumah; menghindari kekerasan atas istri tapi jika kekerasan harus terjadi mereka tidak berlebihan dan menyelesaikan masalah secara damai; bersikap kritis terhadap adat yang tidak egaliter; mau memiliki banyak anak sebagai keputusan bersama; dan memberi peluang sama kepada anak laki-laki maupun perempuan untuk mencapai tingkat pendidikan lebih tinggi.

Terjemahan Inggris

In the modern era today, gender inequality and violence over women still occurs in many developing regions, including Papua. This can be seen from the facts of discrimination, exploitation, marginalization, subordination, stereotype, and violence over women as well as heavier and longer work burden for women, in this case in Hubula society of Dani Tribe, Wamena, Jayawijaya Regency. The purposes of this study are (1) to describe the gender perspective on Hubula men and women; (2) analyze the impact of patriarchal system on women in the life of Hubula society; and (3) evaluate change in new men’s perspective on relationship between men and women after the acculturation in Hubula society of Dani Tribe. The study was conducted using a descriptive qualitative method with a case study approach. It was conducted in Hubula society of Dani Tribe in Aso Lokobal District, Jayawijaya Regency, Papua Province. Data used in the study consisted of primary data collected through Focus Group Discussion (FGD) and in-depth interviews, and secondary data collected from documents related to the research topic. The data were analyzed by a descriptive qualitative technique. The results of the study show that 1) Hubula society of Dani Tribe have had a typical traditional perspective, collectively viewing that women must be in a subordinate position to men. The roles played by men are to handle custom and war affairs, while those for women are to maintain the field, bear husbandry, take care of domestic affairs and children. 2) Patriarchal domination has increasingly been exploitative, causing gender inequality and violence over women such as physical, sexual, emotional, verbal, psychological, and economic violence as well as intimidation and threats. The violence are prevalent in daily life among Hubula families of Dany Tribe, so violence over women is culturally and deeply rooted as the impact of patriarchy and gender inequality under the patriarchal domination that is no longer functional. 3) Pro-feminist and egalitarian new men in Hubula society of Dani Tribe are modern and open toward progress as the positive effect of cultural acculturation through the effect of Catholic church, local government, and education. They have authority as husbands that are responsible for family as a breadwinner in the core family. They are ready to share or help wife at home; provide wife with access and control over resources; ready to help wife to take care of children; respect wife’s capacity and provide her with opportunity to work; avoid violence over wife, but if it occurred, they are not excessive and solve the problem peacefully; has a critical attitude to customary values that are not egalitarian; ready to have more children as a shared decision; and provide both male and female children with the same opportunity to achieve the higher level of education.

Jasa Terjemahan

Anda seorang dosen, doktor, profesor dan peneliti yang sangat sibuk dan mengalami kesulitan menyusun jurnal dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris berstandar internasional? Kami di Mitragama siap membantu Anda.

Hubungi kami: 081331977939

Mengenai Layanan Penerjemahan, silakan Klik di sini!

Periksa Juga

Sampel 10 – Inggris-Indonesia

Firm competitiveness in this article denotes the capability of a business enterprise to outwit its …