{"id":274,"date":"2024-08-14T06:44:38","date_gmt":"2024-08-14T06:44:38","guid":{"rendered":"https:\/\/mitragama.com\/konsultasidisertasi\/?p=274"},"modified":"2024-08-14T06:44:38","modified_gmt":"2024-08-14T06:44:38","slug":"melakukan-analisis-data","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mitragama.com\/konsultasidisertasi\/2024\/08\/14\/melakukan-analisis-data\/","title":{"rendered":"Melakukan Analisis Data"},"content":{"rendered":"\n<p>Ditulis oleh Firdinan M. Fuad, S.I.P<\/p>\n\n\n\n<p>(Tulisan ini memiliki hak cipta. Dikutip dari buku karya Firdinan M. Fuad, 2019, <strong><em>Jalur Cepat Menyusun Disertasi dalam Waktu 1 Tahun<\/em><\/strong>, Yogyakarta: Paramitra Media Grup)    <\/p>\n\n\n\n<p>\nSecara\numum, analisis data adalah proses memilah dan memilih serta\nmengklasifikasi dan mengkonstruksi data sesuai dengan kerangka\npemikiran atau konsep penelitian. Analisis data diarahkan sesuai\ndengan tujuan penelitian. Berbagai argumentasi berbasis data empiris\ndisajikan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian. Analisis\ndata untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian ini nantinya\nsampai pada apa yang disebut sebagai temuan penelitian. Temuan ini\numumnya berupa model teoretis empiris baru yang telah teruji\nvaliditasnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p>\nDalam\npenelitian kualitatif, analisis data dilakukan dengan cara\nmembandingkan antara temuan penelitian sekarang dengan berbagai hasil\npenelitian sebelumnya. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah\ntemuan penelitian sekarang serupa dan mendukung atau berbeda dengan\ntemuan penelitian sebelumnya. Jika hasil penelitian itu serupa, apa\nsaja keserupaannya, sedangkan jika hasil penelitian tersebut berbeda,\napa saja perbedaannya. Karena penelitian kuantitatif hanya bertujuan\nmelakukan verifikasi empiris atas teori-teori sebelumnya, temuan\npenelitian sebagai hasil analiaia data bukan temuan teori baru,\nmelainkan hanya kesesuaian atau ketidaksesuaian teori-teori\nsebelumnya dengan konteks penelitian. Karena validitas dan\nreliabilitasnya sudah teruji, umumnya diasumsikan bahwa temuan\npenelitian kuantitatif tersebut dapat digeneralisasi untuk\nkonteks-konteks penelitian yang lain. Namun bagaimanapun analisis\ndata kuantitatif cenderung akan menemukan kekurangan-kekurangan di\ndalam proses penelitian yang dilaksanakan, sehingga perlu dielaborasi\napa saja aspek-aspek yang belum dilibatkan dalam model penelitian\ntersebut dan aspek-aspek itu nantinya menjadi bagian dari objek\npenelitian selanjutnya. \n<\/p>\n\n\n\n<p>\nDalam\npenelitian kualitatif, kita memang melakukan analisis data dengan\nmempertimbangkan kerangka pemikiran atau konsep penelitian yang telah\ndibangun sebelumnya. Namun, dengan pendekatan induktif, kita lebih\nbanyak melakukan analisis data berdasarkan fakta-fakta yang kita\ntemukan di lapangan, klasifikasi fakta-fakta, dan pada akhirnya, kita\nmelakukan generalisasi atas pola-pola persamaan dan perbedaan yang\nkita temukan di antara fakta-fakta tersebut. karena masih berada di\nbawah paradigma positivisme, analisis data dalam penelitian\nkualitatif ini harus tetap mengacu pada teori-teori, konsep-konsep,\nparameter-parameter, dan indikator-indikator yang telah ditinjau atau\nditelaah di bagian tinjauan atau telaah pustaka, landasan teori dan\nkerangka pemikiran atau konsep penelitian. Artinya, sudah ada\nkerangka dasar dari analisis yang dilakukan terhadap data hasil\npenelitian. Hal ini dilakukan agar terbentuk semacam konsistensi\nlogika dari topik dan judul penelitian, rumusan masalah dan tujuan\npenelitian, sampai dengan temuan penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p>\nUntuk\nmemudahkan proses analisis data, peneliti kualitatif dapat melakukan\nanalisis terhadap data hasil penelitian sejak awal peneliti turun ke\nlapangan. Setiap kali data diperoleh, analisis dapat langsung\ndilakukan sesuai dengan sistematika penulisan yang telah kita susun\nsebelumnya. Analisis data ini bisa dilakukan terhadap data hasil\nobservasi, wawancara mendalam, survei maupun dokumen. Analisis data\nyang dilakukan secara parsial bertahap di sepanjang proses perjalanan\npenelitian ini seolah-olah merupakan analisis-analisis yang bersifat\nparsial. Namun, dengan selalu menyadari benar mengenai konsistensi\nlogika dari bagian awal sampai bagian akhir, kita dapat melakukan\nanalisis data secara parsial bertahap, tetapi tetap dalam kerangka\nyang baku sesuai dengan urutan yang telah kita tetapkan di bagian\nsistematika penulisan. Selain itu, setiap kali kita menganalisis data\nsecara parsial, kita harus selalu ingat dengan topik dan judul\npenelitian, rumusan masalah dan tujuan penelitian, landasan teori dan\nkerangka pemikiran atau konsep penelitian, pertanyaan-pertanyaan\npenelitian aplikatif dan metodologi penelitian. Kola kita dapat\nmelakukan analisis data secara parsial bertahap dalam batas-batas\ntersebut, hasil dari analisis data dapat menjadi unit-unit analisis\nyang nantinya setelah pulang dari penelitian di lapangan dapat kita\nrekonstruksi kembali menjadi suatu sistem analisis yang terpadu dan\nkomprehensif sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.\nDengan strategi analisis parsial bertahap tersebut, data menjadi\nterlihat lebih sederhana karena kita tidak terlihat kumpulan data\nlapangan tersebut seperti \u201conggokan sampah data yang menggunung\u201d,\nmelainkan merupakan kumpulan dari unit-unit data yang telah\nteranalisis secara parsial bertahap namun saling berhubungan satu\nsama lain. Strategi analisis data secara parsial bertahap ini\nbenar-benar dapat mempercepat penyelesaian penulisan analisis\ndisertasi. \n<\/p>\n\n\n\n<p>\nBagian\nterpenting dari proses analisis data parsial bertahap adalah bahwa\npenempatan unit-unit hasil analisis data parsial bertahap tersebut ke\ndalam sistematika penulisan menjadi lebih terpadu, komprehensif dan\nsaling berhubungan satu sama lain menuju penarikan kesimpulan. Teknik\nyang diterapkan adalah dengan menyajikan hasil analisis data parsial\ndan bertahap tersebut sesuai dengan tujuan pertama, kedua, atau\nketiga. Jadi, setiap kali peneliti memperoleh data yang relevan di\nsepanjang perjalanan penelitian di lapangan, baik hasil observasi,\nwawancara mendalam, survei maupun dokumentasi, analisis data parsiap\nbertahap langsung dapat kita lakukan dan letakkan di bagian analisis\ndata terpadu dan komprehensif untuk mencapai tujuan penelitian\npertama, kedua, dan ketiga. Pada tahap awal, analisis data parsial\nbertahap biasanya dilakukan secara imajinatif sesuai dengan apa yang\ndipahami atau diinterpretasi oleh peneliti. Namun pada tingkat akhir,\nketika hasil analisis data parsial bertahap tersebut telah kita\ntempatkan di bagian analisis yang terpadu dan komprehensif untuk\nmencapai tujuan penelitian pertama, kedua, atau ketiga, hasil\nanalisis data yang relatif telah terpadu dan komprehensif tersebut\ndidukung dengan teori-teori dan konsep-konsep yang telah dirumuskan\ndi landasan teori dan kerangka pemikiran atau kerangka konsep.\nTujuannya adalah untuk memberikan sistematika yang lebih terpadu,\nsehingga analisis data pada bagian analisis data untuk mencapai\ntujuan penelitian pertama dapat kita sambung dan saling berhubungan\ndengan bagian analisis untuk mencapai tujuan kedua dan akhirnya\nanalisis untuk mencapai tujuan penelitian yang pertama dan kedua\ntersebut dapat bersambung dan berhubungan dengan analisis untuk\nmencapai tujuan penelitian ketiga. Jika analisis menyeluruh yang\nmelibatkan analisis-analisis untuk mencapai tujuan penelitian yang\npertama, kedua, dan ketiga tersebut dapat dilakukan dengan baik,\npeneliti umumnya dapat melihat adanya benang merah dari ketiga\ntingkat analisis yang berbeda tersebut, dan umumnya dapat melihat\ntemuan penelitian di bagian analisis data pertama, kedua, dan ketiga.\n\n<\/p>\n\n\n\n<p>\nSelama\nini dikenal ada berbagai versi dalam proses analisis data dan teknik\npenyajian hasil analisis data. Ada fakultas atau program studi\nmengharuskan pembagian antara hasil penelitian dan pembahasan, tetapi\nkeduanya tetap berada di dalam satu bab yang sama dengan judul bab,\n\u201cHasil Penelitian dan Pembahasan.\u201d Akan tetapi, ada juga fakultas\natau program studi bersikap lebih fleksibel dalam penempatan bagian\nanalisis data, dengan memisahkan hasil penelitian dan pembahasan\nsesuai dengan urutan tujuan penelitian di bab-bab yang terpisah,\nkhususnya pada tradisi penelitian kualitatif. Artinya, jika peneliti\nmemiliki tiga tujuan penelitian, maka analisis dibagi menjadi tiga\nbagian dan masing-masing berada pada bab-bab yang terpisah. Dalam\nkonteks analisis data seperti itu, bab-bab analisis data yang\nterpisah tersebut umumnya dibagi menjadi dua, yaitu: pemaparan hasil\npenelitian dan pembahasan. Pertama, data penelitian itu disajikan di\nbagian hasil penelitian dan selanjutnya dibahas. Bab analisis pertama\ndigunakan untuk menyajikan hasil penelitian dan pembahasan untuk\nmencapai tujuan penelitian pertama; bab analisis kedua digunakan\nuntuk mencapai tujuan penelitian kedua; dan akhirnya bab analisis\nketiga digunakan untuk mencapai tujuan penelitian ketiga. Walau\nketiga bagian analisis data tersebut terpisah satu sama lain, logika\nanalisis tetap saling bersambung sesuai dengan logika-logika\npenghubung dari ketiga tujuan penelitian yang dimaksud.<\/p>\n\n\n\n<p>\nPada\nbagian hasil penelitian, kita dapat memasukkan data angka hasil\nsurvei dan data wawancara mendalam. Setiap data angka hasil survei\ndiberi penjelasan secukupnya, tetapi belum sampai pada level\nanalisis, begitu pula data wawancara. Data hasil observasi dan\ndokumentasi juga dapat dimasukkan ke dalam hasil penelitian, terutama\nuntuk memperjelas konteks dari hasil survei dan wawancara mendalam\ntersebut. Dengan memadukan aneka data dari sumber-sumber dengan\nteknik pengumpulan data yang berbeda tersebut, kita dapat menyajikan\nhasil penelitian secara lebih terpadu dan komprehensif. Hasil\npenelitian ini juga dapat diperkuat dengan penyajian data dalam\nbentuk grafik, tabel, gambar atau foto dari lapangan. Grafik, tabel,\ngambar, atau foto dari lapangan tersebut bersifat ilustratif yang\ndapat menjadikan penyajian data di bagian hasil penelitian terlihat\nlebih sistematis dan menarik. Masing-masing grafik, tabel, gambar\natau foto dari lapangan tersebut dijelaskan dan kemudian dianalisis\nsesuai dengan konteks dengan dukungan data hasil observasi dan\nwawancara mendalam serta dokumentasi, sehingga hasil penelitian dapat\ndisajikan secara logis dan dapat mengarah pada upaya mencapai tujuan\npenelitian, baik tujuan penelitian pertama, kedua atau ketiga.\nPenyajian data hasil penelitian ini harus runtut dan setiap kali ada\nkutipan wawancara, tabel, grafik, gambar atau foto dari lapangan,\nperlu ada penjelasan penghubung di atasnya dan penjelasan atas\nkomponen-komponen yang berbeda di bawahnya. Intinya, penyajian data\nperlu disusun dengan logika mengalir sesuai dengan garis-garis\nkerangka pemikiran atau konsep penelitian pada urusan bertahap untuk\nmencapai tujuan penelitian pertama, kedua dan akhirnya ketiga. \n<\/p>\n\n\n\n<p>\nDi\nbagian pembahasan, kita perlu melakukan analisis yang runtut dengan\nmengaitkan antara hasil-hasil penelitian yang telah disajikan pada\nbagian hasil penelitian dengan teori-teori dan konsep-konsep yang\ntelah dikonstruksi pada bagian landasan teori dan kerangka pemikiran\natau konsep penelitian. Perbandingan ini berfungsi untuk menggunakan\nteori-teori dan konsep-konsep tersebut sebagai alat analisis,\nkhususnya untuk mendukung hasil penelitian. Analisis di bagian\npembahasan ini biasanya terdirid ari dua bagian, yaitu hasil\npenelitian yang positif maupun negatif. Hasil penelitian positif\nmenunjukkan temuan penelitian yang positif dan didukung oleh\nteori-teori dan konsep-konsep yang ada, sedangkan hasil penelitian\nnegatif menunjukkan temuan penelitian yang negatif dan tidak dapat\ndijelaskan atau didukung oleh teori-teori dan konsep-konsep yang ada.\nDari temuan penelitian yang positif, kita dapat merumuskan saran atau\nrekomendasi penelitian untuk memperkuat capaian-capaian positif yang\nada, sedangkan dari temuan yang negatif, kita dapat merumuskan saran\natau rekomendasi penelitian untuk mengatasi aneka masalah yang\nditemukan di lapangan terkait objek penelitian yang dikaji. Analisis\ndata di bagian pembahasan ini menjadi sangat penting untuk proses\npenelitian disertasi karena analisis data tersebut harus mampu\nmenghasilkan temuan penelitian yang baru, menarik, dan dapat\nditerapkan melalui rekomendasi kebijakan yang positif dan praktis.\nTemuan penelitian doktoral tersebut biasanya merupakan model\nteoretis-empiris yang sudah teruji validitasnya dengan tingkat\nkeandalan yang tinggi. Temuan penelitian ini dapat kita sajikan\nmelalui proposisi-proposisi dengan konsistensi logika yang tinggi,\natau berupa diagram relasi-relasi di antara konsep-konsep yang\nakhirnya membentuk model teoretis-empiris baru, atau berupa tabel\nyang berisi berbagai interaksi hubungan atau pengaruh di antara\nkonsep-konsep yang ditabulasi-silang dengan kesimpulan-kesimpulan\nlogis yang konsisten dengan tujuan penelitian, baik pertama, kedua\nmaupun ketiga. \n<\/p>\n\n\n\n<p>\nDi\nbagian temuan penelitian, peneliti perlu menjelaskan teori atau\nkonsep baru seperti apa yang dihasilkan sebagai temuan penelitian.\nDari teori atau konsep baru tersebut, peneliti merumuskan rekomendasi\nuntuk perbaikan lebih lanjut. Agar teori, konsep dan rekomendasi ini\nbersifat praktis dan aplikatif, peneliti perlu mengelaborasi teori\ndan konsep yang menjadi temuan penelitian tersebut secara lebih\nmendalam dan kebijakan apa yang direkomendasikan juga perlu\ndielaborasi, khususnya berkaitan dengan proses dalam\nmengimplementasikannya. Temuan penelitian yang berupa teori dan\nkonsep serta rekomendasi kebijakan dengan logika yang kuat dan\nkonsisten memberikan bobot tersendiri pada disertasi yang kita susun\nsebagai suatu karya monumental bagi seorang mahasiswa S3. Satu tips\nyang dapat diterapkan peneliti ketika merumuskan teori dan konsep\npenelitian serta rekomendasi kebijakan agar temuan penelitian maupun\nrekomendasi kebijakan tersebut berbobot adalah berkonsultasi dengan\ndosen pembimbing, baik promotor maupun kopromotor, serta dengan\npihak-pihak otoritas yang terkait yang akan diberi rekomendasi\nkebijakan. Dengan merumuskan teori dan konsep temuan penelitian\nsecara lebih seksama, kita bisa menyusun dan menghasilkan disertasi\nyang berkualitas tinggi dengan aplikabilitas rekomendasi kebijakan\nyang tinggi pula, dan dengan itu diharapkan karya monumental ini\nmendapatkan apresiasi yang sangat baik dari para dosen penguji dan\nmendapatkan nilai A.<\/p>\n\n\n\n<p>\nJika\ndikaji secara lebih seksama sebenarnya analisis data tidak sulit\ndilakukan, khususnya bagi peneliti yang sudah memahami sistematika\ndari penyajian hasil penelitian dan pembahasan. Kesulitan muncul\nketika kita tidak mampu mengidentifikasi perbedaan paling dasar\nantara skripsi, tesis dan disertasi. Membayangkan bahwa logika\ndisertasi adalah semata-mata pengembangan dari logika skripsi dan\ntesis tidaklah benar. Untuk sebagian, logika disertasi memang\nmerupakan pengembangan dari logika skripsi dan disertasi. Namun, ada\naspek dasar yang paling membedakan antara logika skripsi dan tesis\ndengan logika disertasi. Pada umumnya, skripsi dan tesis hanya\nbertujuan mengidentifikasi, mendeskripsikan dan menganalisis\nfakta-fakta yang terkait dengan objek penelitian. Memang, dari hasil\npenelitian tersebut dapat diajukan saran perbaikan yang terkait\ndengan objek penelitian tersebut. Namun, pada level doktoral,\npenelitian dilakukan bukan hanya untuk mengidentifikasi,\nmendeskripsikan maupun menganalisis, melainkan juga harus berhasil\nmenemukan model teoretis dan konseptual empiris baru sebagai dasar\ndari model kebijakan yang kita rekomendasikan kepada pihak-pihak\notoritas yang terkait dalam rangka perbaikan atas objek penelitian\ntersebut. Kombinasi temuan penelitian dan rekomendasi kebijakan\ndengan konsistensi logika yang tinggi inilah inti dari sebuah\ndisertasi.<\/p>\n\n\n\n<p>\nDalam\nbanyak kasus, peneliti S3 benar-benar sering mengalami kesulitan\nuntuk melakukan analisis data secara mendalam, mendasar dan\nmenyeluruh, dan, akibatnya, menghabiskan waktu sangat banyak untuk\ndapat melakukan analisis data yang tepat. Kesulitan ini sebenarnya\nsering bersumber pada lemahnya penguasaan atas topik dan judul\npenelitian, rumusan masalah dan tujuan penelitian, landasan teori dan\nkerangka pemikiran atau konsep penelitian, pertanyaan-pertanyaan\npenelitian, serta metodologi penelitian. Mereka umumnya tidak mampu\nmemahami relasi konsisten di antara komponen-komponen tersebut\nsebagai unsur-unsur dasar pembentuk susunan disertasi yang\nberkualitas tinggi. Tanpa adanya penguasaan topik dan judul\npenelitian, mereka cenderung kehilangan rasa tentang batas-batas dari\nruang lingkup objek penelitian. Tanpa menguasai rumusan masalah dan\ntujuan penelitian, mereka cenderung tidak benar-benar tahu apa\nsebenarnya masalah yang menarik untuk diteliti dan apa fokus dari\nmasalah penelitian tersebut, yang akhirnya berdampak pada kehilangan\narag terkait mau ke mana penyusunan disertasi ini berujung. Tanpa\nmenguasai landasan teori dan kerangka pemikiran atau konsep\npenelitian, mereka cenderung kesulitan memahami alat-alat paling\nutama untuk menganalisis data dan sejauh mana ruang lingkup teoretis\nmaupun konseptual yang telah terbangun untuk menganalisis data\npenelitian. \n<\/p>\n\n\n\n<p>Dari paparan tersebut, dapat dipahami bahwa analisis data adalah bagian paling penting dari keseluruhan proses interpretasi data. Analisis data tidak dilakukan di ruangan kosong, melainkan di ruang pemikiran sadar yang sudah terpengaruhi atau terbentu dari berbagai konstruksi teoretis dan konseptual mengenai suatu objek penelitian yang menarik untuk dikaji. Yang dipersoalkan bukanlah apakah hasil penelitian tersebut nantinya biasa nilai-nilai subjektif atau tidak, melainkan apakah analisis data tersebut mempunyai basis-basis konsistensi logika yang tinggi atau tidak sesuai dengan landasan teori dan kerangka pemikiran atau konsep penelitian yang telah dikonstruksi sebelumnya. Kemampuan merangkai unsur-unsur teori dan konsep utama sebagai alat analisis dengan tingkat konsistensi logika yang tinggi dalam sistematika penulisan analisis data inilah yang paling menentukan apakah disertasi yang disusun berbobot atau tidak. Penguasaan analisis data yang memadai menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan bagi cepat atau lambatnya mahasiswa S3 dalam menyelesaikan penulisan disertasi yang berbobot.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis oleh Firdinan M. Fuad, S.I.P (Tulisan ini memiliki hak cipta. Dikutip dari buku karya Firdinan M. Fuad, 2019, Jalur Cepat Menyusun Disertasi dalam Waktu 1 Tahun, Yogyakarta: Paramitra Media Grup) Secara umum, analisis data adalah proses memilah dan memilih&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-274","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tips-penulisan-disertasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mitragama.com\/konsultasidisertasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/274","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mitragama.com\/konsultasidisertasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mitragama.com\/konsultasidisertasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mitragama.com\/konsultasidisertasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mitragama.com\/konsultasidisertasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=274"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mitragama.com\/konsultasidisertasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/274\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":279,"href":"https:\/\/mitragama.com\/konsultasidisertasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/274\/revisions\/279"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mitragama.com\/konsultasidisertasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mitragama.com\/konsultasidisertasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=274"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mitragama.com\/konsultasidisertasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}