Penulisan latar belakang dalam proposal disertasi merupakan salah satu komponen paling penting karena memberikan gambaran awal yang jelas tentang topik penelitian yang akan dilakukan. Latar belakang yang baik tidak hanya menjelaskan masalah yang ingin diteliti, tetapi juga memberikan alasan mengapa penelitian tersebut penting, relevansi topik terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta kontribusinya terhadap pemecahan masalah praktis di masyarakat atau dunia profesional.
Latar belakang disertasi yang efektif harus mampu menunjukkan gap pengetahuan yang ada, mengidentifikasi permasalahan utama, dan menggambarkan urgensi penelitian yang akan dilakukan. Dengan kata lain, latar belakang adalah tempat bagi penulis untuk memotivasi pembaca (baik penguji maupun audiens yang lebih luas) mengenai mengapa topik yang diangkat layak untuk diteliti.
Artikel ini akan membahas bagaimana menyusun latar belakang yang efektif dalam proposal disertasi, memberikan contoh konkret, dan menggali elemen-elemen penting yang harus ada dalam latar belakang tersebut.
1. Apa Itu Latar Belakang dalam Proposal Disertasi?
Latar belakang dalam proposal disertasi adalah bagian yang menjelaskan konteks penelitian yang akan dilakukan. Dalam bagian ini, penulis memberikan penjelasan mengenai pentingnya topik yang diteliti, mengidentifikasi masalah yang ada, serta menjelaskan gap pengetahuan yang perlu diisi oleh penelitian tersebut. Penulisan latar belakang yang baik adalah langkah pertama untuk membangun argumentasi yang kuat mengenai perlunya penelitian tersebut.
Latar belakang penelitian memiliki beberapa fungsi utama:
- Menjelaskan Konteks Penelitian: Memberikan pemahaman tentang situasi atau masalah yang menjadi latar belakang penelitian.
- Mengidentifikasi Gap Pengetahuan: Menunjukkan apa yang masih kurang dalam literatur atau pengetahuan yang ada.
- Menjelaskan Tujuan Penelitian: Memberikan gambaran mengenai apa yang ingin dicapai oleh penelitian ini.
- Meyakinkan Pembaca tentang Pentingnya Penelitian: Memberikan alasan mengapa penelitian ini relevan dan perlu dilakukan.
2. Elemen-Elemen Penting dalam Latar Belakang yang Efektif
Latar belakang yang baik harus mencakup beberapa elemen penting untuk memastikan bahwa pembaca memahami urgensi dan relevansi penelitian. Berikut adalah elemen-elemen yang harus ada dalam latar belakang disertasi:
2.1. Penjelasan tentang Masalah atau Fenomena yang Akan Diteliti
Bagian pertama dari latar belakang harus menjelaskan fenomena atau masalah yang akan diteliti secara jelas dan rinci. Penulis perlu menggambarkan konteks sosial, ekonomi, politik, atau ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hal ini membantu pembaca memahami mengapa masalah tersebut perlu diteliti.
Misalnya, jika peneliti ingin meneliti kebijakan publik terkait perubahan iklim, latar belakang dapat dimulai dengan menggambarkan dampak perubahan iklim yang semakin parah dan bagaimana kebijakan yang ada saat ini belum mampu mengatasi masalah tersebut.
Contoh:
“Perubahan iklim merupakan isu global yang semakin mendesak dengan dampak yang luas terhadap kehidupan manusia, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Dampak perubahan iklim yang berupa peningkatan suhu global, banjir, kekeringan, dan kerusakan ekosistem menyebabkan ancaman besar terhadap ketahanan pangan, sumber daya air, dan kesehatan masyarakat. Meskipun Indonesia telah mengimplementasikan sejumlah kebijakan mitigasi perubahan iklim, efektivitas kebijakan tersebut masih dipertanyakan, khususnya dalam konteks ketahanan sosial-ekonomi masyarakat.”
2.2. Tinjauan Literatur dan Gap Pengetahuan
Setelah menjelaskan fenomena atau masalah, bagian selanjutnya adalah meninjau literatur yang relevan. Penulis perlu menunjukkan penelitian-penelitian sebelumnya yang telah dilakukan dalam bidang yang sama atau terkait. Hal ini menunjukkan pemahaman penulis terhadap bidang yang diteliti dan juga membantu mengidentifikasi gap pengetahuan atau kekurangan dalam penelitian sebelumnya.
Penulis juga harus menunjukkan mengapa gap ini penting untuk diisi dan bagaimana penelitian yang diajukan akan memberikan kontribusi terhadap literatur yang ada.
Contoh:
“Beberapa studi telah mengkaji kebijakan mitigasi perubahan iklim di negara berkembang, seperti yang dilakukan oleh (Nama Penulis, Tahun) yang meneliti implementasi kebijakan energi terbarukan di Indonesia. Namun, penelitian-penelitian tersebut cenderung berfokus pada aspek teknis dan ekonomi, sementara dampak sosial dari kebijakan tersebut belum banyak mendapat perhatian. Sebuah penelitian oleh (Nama Penulis, Tahun) mengemukakan bahwa kebijakan mitigasi perubahan iklim seringkali gagal mempertimbangkan keterkaitan antara perubahan iklim dan ketahanan sosial-ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengisi gap tersebut dengan meneliti dampak sosial kebijakan perubahan iklim terhadap kelompok masyarakat marginal di Indonesia.”
2.3. Menjelaskan Tujuan Penelitian
Setelah menggambarkan gap pengetahuan, bagian berikutnya dalam latar belakang adalah merumuskan tujuan penelitian secara jelas dan spesifik. Tujuan penelitian harus relevan dengan gap yang ditemukan dan menjawab masalah atau fenomena yang telah dijelaskan sebelumnya.
Contoh:
“Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial dari kebijakan mitigasi perubahan iklim di Indonesia, dengan fokus pada ketahanan sosial-ekonomi masyarakat marginal di daerah pesisir. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini akan menggali persepsi masyarakat terhadap kebijakan yang ada dan mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam implementasinya.”
2.4. Urgensi Penelitian
Penting untuk menunjukkan mengapa penelitian ini perlu dilakukan dan apa kontribusinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan atau praktik kebijakan. Bagian ini menjelaskan urgensi atau kepentingan penelitian yang akan dilakukan, baik dari segi teoritis maupun praktis. Penulis harus mengaitkan topik penelitian dengan isu-isu kontemporer yang relevan.
Contoh:
“Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya menciptakan kebijakan mitigasi perubahan iklim yang tidak hanya efektif secara teknis dan ekonomi, tetapi juga inklusif secara sosial. Mengingat dampak perubahan iklim yang semakin parah, kebijakan yang tidak mempertimbangkan ketahanan sosial-ekonomi masyarakat rentan akan menyebabkan ketidakadilan dan memperburuk kondisi kehidupan mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai hubungan antara kebijakan perubahan iklim dan ketahanan sosial-ekonomi masyarakat marginal, serta memberikan rekomendasi untuk kebijakan yang lebih adil dan efektif.”
2.5. Kerangka Teori
Sebagai bagian dari latar belakang, penulis disertasi perlu menyebutkan kerangka teori yang digunakan untuk menganalisis masalah yang ada. Kerangka teori ini akan membimbing analisis dan interpretasi hasil penelitian nantinya. Penulis perlu menjelaskan teori-teori yang relevan dengan topik penelitian dan bagaimana teori-teori tersebut akan digunakan dalam penelitian.
Contoh:
“Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori keadilan sosial yang dikemukakan oleh (Nama Penulis, Tahun), yang menekankan pada pentingnya distribusi yang adil dalam kebijakan publik. Teori ini akan digunakan untuk menganalisis bagaimana kebijakan mitigasi perubahan iklim dapat mempengaruhi kelompok masyarakat marginal dan apakah kebijakan tersebut memenuhi prinsip keadilan sosial.”
2.6. Manfaat Penelitian
Bagian akhir dari latar belakang harus menjelaskan manfaat yang diharapkan dari penelitian. Penulis harus menyebutkan manfaat penelitian baik dalam aspek teoritis maupun praktis. Manfaat ini menunjukkan kontribusi yang dapat diberikan oleh penelitian terhadap ilmu pengetahuan dan masyarakat.
Contoh:
“Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan literatur mengenai kebijakan perubahan iklim yang adil, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan untuk merancang kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan sosial-ekonomi masyarakat marginal. Penelitian ini juga dapat menjadi acuan bagi penelitian-penelitian selanjutnya dalam bidang kebijakan perubahan iklim dan ketahanan sosial.”
3. Contoh Latar Belakang yang Efektif dalam Proposal Disertasi
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah contoh lengkap dari latar belakang yang efektif dalam sebuah proposal disertasi tentang kebijakan mitigasi perubahan iklim di Indonesia:
Latar Belakang
Perubahan iklim merupakan tantangan besar yang dihadapi oleh dunia saat ini. Indonesia, sebagai negara berkembang dengan populasi yang besar, merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Kenaikan suhu global, perubahan pola curah hujan, dan bencana alam yang semakin sering terjadi menjadi ancaman bagi ketahanan sosial-ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok masyarakat yang tinggal di daerah pesisir dan daerah terpencil.
Sejak disahkannya Perjanjian Paris pada 2015, Indonesia telah mengambil langkah-langkah signifikan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengimplementasikan kebijakan mitigasi perubahan iklim. Salah satu kebijakan yang diambil adalah peningkatan penggunaan energi terbarukan dan pengurangan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, meskipun kebijakan-kebijakan ini telah dilaksanakan, dampak sosial dari kebijakan tersebut masih belum banyak mendapatkan perhatian.
Penelitian sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh (Nama Penulis, Tahun), banyak meneliti aspek teknis dari kebijakan mitigasi perubahan iklim, seperti penggunaan energi terbarukan dan efisiensi energi. Namun, penelitian mengenai
dampak sosial dari kebijakan tersebut, terutama terhadap kelompok masyarakat marginal, masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi gap pengetahuan tersebut dengan mengkaji dampak sosial dari kebijakan mitigasi perubahan iklim di Indonesia, dengan fokus pada ketahanan sosial-ekonomi masyarakat pesisir.
Penelitian ini penting dilakukan karena kebijakan perubahan iklim yang tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap kelompok marginal dapat memperburuk ketidaksetaraan sosial yang sudah ada. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pembuat kebijakan dalam merancang kebijakan yang lebih inklusif dan adil.
4. Penutup
Latar belakang yang baik adalah kunci untuk menyusun proposal disertasi yang efektif. Dengan menyusun latar belakang yang jelas, penulis dapat menunjukkan kepada pembaca mengapa penelitian tersebut penting dan apa kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan dan masyarakat. Sebuah latar belakang yang efektif harus mampu menggambarkan masalah yang ingin diteliti, menunjukkan gap pengetahuan, dan menguraikan tujuan serta manfaat penelitian secara jelas.
MITRAGAMA Mitra Gagas Mandiri
