Recent Posts

Profesor Digenjot Publikasi Internasional, Scopus Bukan Satu-Satunya

JAKARTA – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mendorong para profesor dan lektor kepala untuk menulis publikasi internasional di jurnal bereputasi. Saat ini, jumlah publikasi internasional Indonesia terindeks Scopus berada diurutan ketiga setelah Malaysia dan Singapura. Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemristekdikti, Ali Ghufron Mukti menegaskan bahwa para …

Selengkapnya

Peneliti Perlu Mewaspadai Platform Jurnal Internasional Abal-abal

Secara kuantitas, tahun 2017 jumlah publikasi internasional dunia akademik Indonesia meningkat tajam bahkan melampaui Malaysia, Singapura, dan Thailand. Meskipun masih nangkring diperingkat ketiga se-ASEAN, namun hal ini membuktikan bahwa para peneliti Indonesia memang luar biasa. Kegiatan penelitian atau riset, kini menjadi tugas sangat penting dan utama bagi para akademisi, dosen …

Selengkapnya

Sivitas Akademika dan Tenaga Kependidikan Harus Akrab “Scopus”

Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah menargetkan standar acuan publikasi ilmiah pada jurnal-jurnal internasional adalah yang telah terindeks Scopus. Namun, masih banyak kalangan yang belum memahami standar indeks Scopus ini. Consumer Consultant Elsevier Indonesia selaku representatif Scopus Indonesia Ujang Sanusi (berdiri kanan) saat menjadi menyampaikan tentang Scopus …

Selengkapnya