Penulisan disertasi merupakan tahapan penting dalam pendidikan doktoral yang mengharuskan mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah yang orisinal, berdampak, dan mendalam. Salah satu bagian yang sangat krusial dalam disertasi adalah latar belakang penelitian. Latar belakang disertasi tidak hanya berfungsi untuk memperkenalkan topik penelitian kepada pembaca, tetapi juga untuk memberikan gambaran yang jelas tentang ruang lingkup penelitian yang akan dilakukan. Dalam konteks ini, ruang lingkup penelitian adalah batasan-batasan yang ditetapkan untuk menjelaskan seberapa luas atau sempit topik yang akan diteliti, serta fokus utama yang akan dijelajahi.
Latar belakang memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan ruang lingkup penelitian karena melalui penjelasan latar belakang yang baik, penulis dapat menjelaskan alasan mengapa topik tersebut dipilih, serta apa saja variabel atau aspek yang akan dianalisis. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai peran latar belakang dalam menentukan ruang lingkup penelitian dalam disertasi, dengan fokus pada bagaimana latar belakang yang jelas dan terstruktur dapat membantu penulis dalam memfokuskan penelitian, menentukan batasan-batasan yang tepat, dan mengarahkan penelitian ke arah yang sesuai dengan tujuan akademik.
1. Apa itu Latar Belakang Penelitian?
Latar belakang penelitian adalah bagian awal dari disertasi yang memberikan gambaran umum tentang topik yang akan diteliti. Dalam bagian ini, penulis menjelaskan mengapa topik tersebut penting untuk diteliti, serta memberikan konteks yang relevan untuk memahami masalah yang akan diangkat. Latar belakang juga harus mencakup informasi tentang penelitian-penelitian terdahulu yang relevan, serta menunjukkan kesenjangan atau gap yang ada dalam literatur yang ada, yang menjadi dasar untuk penelitian yang baru.
Pada umumnya, latar belakang disertasi meliputi beberapa elemen penting, antara lain:
- Penjelasan tentang topik dan permasalahan yang akan diteliti.
- Tinjauan pustaka atau ringkasan penelitian terdahulu yang relevan.
- Identifikasi kesenjangan dalam literatur yang ada.
- Alasan pentingnya topik tersebut untuk diteliti lebih lanjut.
Latar belakang yang baik harus mampu menarik perhatian pembaca dan memberikan pemahaman yang jelas tentang urgensi penelitian yang akan dilakukan. Lebih dari itu, latar belakang yang kuat juga dapat membantu penulis dalam menentukan ruang lingkup penelitian yang tepat.
2. Apa itu Ruang Lingkup Penelitian?
Ruang lingkup penelitian adalah batasan yang ditetapkan oleh penulis untuk menentukan sejauh mana penelitian akan dilakukan. Ruang lingkup ini berfungsi untuk mengarahkan fokus penelitian, menentukan topik yang akan dibahas, serta membatasi variabel atau aspek yang akan dianalisis. Dalam penelitian disertasi, ruang lingkup ini sangat penting karena membantu untuk memfokuskan upaya penelitian pada masalah atau topik tertentu, serta menghindari penyimpangan yang dapat membuat penelitian menjadi tidak terarah atau terlalu luas.
Beberapa aspek yang dapat ditentukan dalam ruang lingkup penelitian antara lain:
- Topik atau Fokus Utama Penelitian: Menentukan apa yang menjadi inti dari penelitian dan apa yang tidak termasuk dalam penelitian.
- Geografis: Menentukan batasan wilayah atau lokasi penelitian.
- Waktu: Menentukan periode waktu yang menjadi fokus penelitian.
- Variabel atau Aspek: Menentukan faktor-faktor yang akan dianalisis dalam penelitian.
- Populasi dan Sampel: Menentukan siapa yang akan menjadi objek atau subjek penelitian, serta berapa banyak sampel yang akan diambil.
Dengan mendefinisikan ruang lingkup secara jelas, penulis dapat menjaga agar penelitian tetap fokus dan dapat diselesaikan dalam waktu yang terbatas, sambil tetap memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ilmu pengetahuan.
3. Peran Latar Belakang dalam Menentukan Ruang Lingkup Penelitian
Latar belakang memiliki peran yang sangat penting dalam membantu penulis dalam menentukan ruang lingkup penelitian yang tepat. Dalam hal ini, latar belakang yang baik akan memberikan arah yang jelas tentang apa yang perlu difokuskan dalam penelitian, serta menetapkan batasan-batasan yang harus diterapkan. Berikut adalah beberapa peran utama latar belakang dalam menentukan ruang lingkup penelitian:
3.1. Menjelaskan Urgensi Topik Penelitian
Latar belakang disertasi memberikan penjelasan mengapa topik yang akan diteliti penting untuk diangkat. Dengan menjelaskan urgensi atau pentingnya topik penelitian, latar belakang akan memberikan konteks yang jelas mengenai alasan penulis memilih topik tersebut. Penjelasan ini membantu penulis dalam menentukan ruang lingkup penelitian dengan lebih tepat, karena fokus penelitian harus sesuai dengan urgensi yang ditetapkan.
Misalnya, jika penelitian tentang perubahan iklim di Indonesia sangat penting untuk dilakukan karena dampaknya terhadap ketahanan pangan, maka ruang lingkup penelitian harus difokuskan pada aspek-aspek yang relevan dengan ketahanan pangan dan perubahan iklim di Indonesia, serta tidak meluas ke wilayah atau topik yang tidak berkaitan langsung dengan isu tersebut.
3.2. Menyediakan Landasan Teoritis untuk Membatasi Ruang Lingkup
Dalam latar belakang, penulis akan merujuk pada teori-teori dan temuan-temuan penelitian sebelumnya yang relevan dengan topik yang diteliti. Landasan teoritis ini sangat penting untuk membatasi ruang lingkup penelitian karena dapat membantu penulis untuk menentukan aspek-aspek mana yang perlu dianalisis dan mana yang tidak relevan untuk dibahas.
Misalnya, jika penulis merujuk pada teori tertentu yang mengaitkan keberlanjutan perusahaan dengan praktik tata kelola yang baik, maka ruang lingkup penelitian dapat dibatasi pada perusahaan dengan tata kelola yang baik, tanpa perlu mencakup perusahaan dengan tata kelola yang buruk, yang mungkin tidak relevan dengan teori yang dikaji.
3.3. Mengidentifikasi Kesenjangan Penelitian
Salah satu fungsi utama dari latar belakang adalah untuk mengidentifikasi kesenjangan atau gap dalam penelitian sebelumnya. Gap ini menunjukkan area yang belum banyak diteliti atau yang memerlukan penelitian lebih lanjut. Menyusun latar belakang dengan baik akan membantu penulis untuk menetapkan ruang lingkup penelitian dengan lebih jelas, karena kesenjangan ini akan menjadi dasar untuk memilih fokus dan batasan penelitian.
Misalnya, jika sebagian besar penelitian tentang implementasi kebijakan perubahan iklim di Indonesia berfokus pada kebijakan nasional, namun sedikit yang meneliti implementasi di tingkat lokal, maka penelitian disertasi dapat difokuskan pada implementasi kebijakan di tingkat lokal, yang menjadi gap dalam literatur.
3.4. Menentukan Variabel dan Aspek yang Akan Diteliti
Dalam latar belakang, penulis juga akan memberikan gambaran mengenai variabel-variabel atau aspek-aspek yang relevan dengan topik penelitian. Ini sangat berguna untuk menentukan ruang lingkup penelitian karena dengan menjelaskan variabel yang akan dianalisis, penulis dapat membatasi fokus penelitian agar tidak meluas ke variabel yang tidak relevan.
Misalnya, dalam penelitian tentang pengaruh media sosial terhadap perilaku konsumen, penulis mungkin akan fokus pada variabel seperti frekuensi penggunaan media sosial, jenis media sosial yang digunakan, dan dampaknya terhadap keputusan pembelian. Dengan menetapkan variabel-variabel ini dalam latar belakang, penulis dapat dengan jelas menentukan batasan ruang lingkup penelitian yang akan dilakukan.
3.5. Menyediakan Kerangka Teori yang Jelas
Latar belakang juga memberikan kerangka teori yang akan digunakan dalam penelitian. Kerangka teori ini akan membatasi ruang lingkup penelitian dengan menjelaskan teori-teori mana yang akan digunakan untuk menganalisis data dan temuan. Dengan memiliki kerangka teori yang jelas, penulis dapat memastikan bahwa penelitian tetap terfokus pada aspek-aspek yang relevan dengan teori yang dipilih.
Sebagai contoh, jika penelitian berfokus pada teori pemasaran digital, maka penelitian akan terbatas pada penggunaan teknologi digital dalam pemasaran, dan tidak akan meluas ke teori pemasaran tradisional yang tidak relevan dengan konteks penelitian.
4. Dampak Ruang Lingkup yang Terbatas dalam Penelitian
Menentukan ruang lingkup penelitian yang terbatas memiliki banyak keuntungan. Berikut beberapa dampaknya:
- Fokus yang Jelas: Dengan ruang lingkup yang terbatas, penelitian dapat fokus pada satu atau dua masalah utama, yang memudahkan penulis untuk mendalami topik dengan lebih mendalam.
- Pengelolaan Waktu yang Efektif: Penelitian yang terfokus akan lebih mudah untuk diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan, mengingat ruang lingkupnya yang terbatas.
- Keterbatasan Sumber Daya: Dengan ruang lingkup yang jelas, penulis dapat menentukan sumber daya yang diperlukan, baik dari segi data, waktu, maupun keahlian, sehingga dapat mengelola penelitian dengan lebih efisien.
5. Penutup
Latar belakang dalam penulisan disertasi memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan ruang lingkup penelitian. Dengan memberikan gambaran tentang urgensi, landasan teoritis, kesenjangan penelitian, dan variabel yang relevan, latar belakang membantu penulis untuk mengarahkan fokus penelitian dan menetapkan batasan-batasan yang jelas. Dengan demikian, penulis dapat memastikan bahwa penelitian yang dilakukan tetap terfokus, efisien, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ilmu pengetahuan yang ada. Oleh karena itu, penting bagi penulis disertasi untuk menyusun latar belakang dengan hati-hati, agar ruang lingkup penelitian dapat ditentukan dengan jelas dan tepat.
MITRAGAMA Mitra Gagas Mandiri
