Traditional marriage, with the man as breadwinner and the woman as housework and childcare provider, has been changing as gender roles evolve. These changing gender and marital roles may impact the quality of and satisfaction with marriage. Men’s greater participation in housework and childcare may be related to higher marital satisfaction, at least for women. To explore the issue of gender roles and changing perspectives on marriage, students (106 females, 38 males) at a public university in Texas participated in an online Qualtrics survey assessing attitudes towards egalitarian/traditional marriage, child-rearing responsibilities, traditional/transcendent gender roles, and hostile/benevolent sexism.
Terjemahan Indonesia
Perkawinan tradisional, di mana laki-laki menjadi pencari nafkah dan wanita menjadi pengurus rumah tangga dan pengasuh anak, sedang berubah seiring berkembangnya peran gender. Peran gender dan perkawinan yang berubah ini berdampak pada kualitas dan kepuasan perkawinan. Lebih tingginya partisipasi laki-laki dalam pengurusan rumah tangga dan pengasuhan anak bisa dikaitkan dengan lebih tingginya kepuasan perkawinan, paling tidak bagi perempuan. Untuk mengeksplorasi isu peran gender dan perspektif yang berubah mengenai perkawinan, mahasiswa (106 perempuan, 38 laki-laki) di universitas negeri di Texas berpartisipasi dalam survei Qualtrics online untuk menilai sikap-sikap terhadap perkawinan egalitarian/tradisional, tanggung jawab pembesaran anak, peran gender tradisional/transenden, dan seksisme bermusuhan/kasih sayang.
Jasa Terjemahan
Anda seorang dosen, doktor, profesor dan peneliti yang sangat sibuk dan mengalami kesulitan menyusun jurnal dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris berstandar internasional? Kami di Mitragama siap membantu Anda.
Hubungi kami: 081331977939
Mengenai Layanan Penerjemahan, silakan Klik di sini!
MITRAGAMA Mitra Gagas Mandiri
